Bagaimana kita bisa membuktikan bahwa Tuhan itu ada?

Sebelum anda membaca ini sebaiknya baca dulu bagian I dengan judul Apakah ada bukti bahwa Tuhan itu ada?

Catatan: “Membuktikan” Allah benar-benar ada bukanlah tujuan kita. Kami hanya tertarik dengan memberikan pernyataan yang jelas berdasarkan fakta dan logika sehingga memungkinkan setiap individu memutuskan sendiri siapa yang mereka ingin percaya. Selalu ada orang-orang yang percaya pada keberadaan Allah dan selalu ada orang-orang yang menyangkal akan keberadaan Nya. Kita harus menyadari ada yang tidak akan pernah percaya, tidak peduli berapa banyak bukti yang tunjukkan kepada mereka. Alasannya adalah individu itu sendiri yang memang tidak mau percaya akan adanya Pencipta. Mereka tidak suka memikirkan suatu hari nanti mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan atas kebenaran yang mereka tolak. Ini masalah hidayah atau bimbingan dari yang di atas. Kewajiban kami sebagai Muslim adalah menyampaikan. Jika mereka tetap menolak meskipun disuguhkan bukti-bukti yang nyata di depan mereka hal ini bukan lagi masalah kami dengan mereka melainkan antara mereka dengan sang Pencipta. Sekali lagi, “membuktikan” bukanlah tugas siapapun. Kita hanya perlu mengkaji fakta dan kebenaran lalu biarlah para pembaca maupun pendengar mengambil kesimpulan dari hasil pemikiran mereka.

Kami hanya mulai dengan logika sederhana. Ketika sesuatu yang benar disuguhkan di depan mata kita tentunya sulit untuk menyangkalnya bukan? Bertanya dengan pertanyaan retorika sangat berguna dalam menyampaikan kasus kami. Mulailah dengan bertanya : “Dapatkah anda membuktikan bahwa anda ada?” Ya, tentu saja anda bisa. Anda tinggal menggunakan indra anda untuk menentukan apa yang anda lihat, dengar, cium, dan anda juga memiliki emosi. Semua ini adalah bagian dari keberadaan anda. Tapi ini bukan bagaimana kita memandang Tuhan dalam Islam. Kita dapat melihat pada apa yang telah Ia ciptakan serta kepeduliannya pada apa-apa yang telah ia ciptakan untuk kita, sehingga tidak ada keraguan lagi akan keberadaan Nya.

Satu pendekatan lain dengan eksperimen sederhana namun dapat meyakinkan siapapun bagi yang memahami. Misalnya, anda berkata kepada seseorang “Anggaplah anda baru saja melihat bulan dan bintang pada malam hari yang cerah, dapatkah anda menjatuhkan sebuah gelas di atas trotoar dan berharap akan gelas tersebut tidak pecah tapi berubah menjadi sebuah gelas mungil dengan es teh di dalamnya? Tentu tidak.”

Contoh lainnya adalah membayangkan sebuah badai puting beliung menghajar tumpukan mobil tua dan kemudian menyisakan sebuah mobil Mercedes baru yang utuh dengan mesin yang sudah menyala dan tanpa kurang satu apapun? Tentu ini hal yang mustahil.

Atau bayangkan jika seseorang mengatakan kepada kita tentang sebuah restoran cepat saji mengoperasikan dirinya sendiri tanpa ada manusia di situ, makanan memasak dirinya sendiri dan terbang dari dapur ke meja. Lalu saat kita selesai, piring dan gelas melompat kembali ke dapur dan mencuci diri mereka sendiri? Pasti orang tersebut kita anggap gila.

Setelah merenungkan semua hal di atas, bagaimana mungkin kita bisa melihat ke alam semesta di atas kita melalui teleskop atau mengamati sel-sel dalam mikroskop dan kemudian berpikir semua ini muncul sebagai bagian dari hasil “Ledakan Besar/big bang” atau dari sebuah kecelakaan yang tidak disengaja?

Sumber Asli :
http://www.godallah.com/proof.php
Diterjemahkan dan diedit (ditambahkan yang perlu dan dikurangi yang tidak perlu) oleh saya sendiri.
Belum ada izin share dari situs tersebut namun jika memang tidak diizinkan, maka saya akan menghapus postingan ini dan menggantinya dengan gaya bahasa yang kurang lebih sama.
Semoga bermanfaat bagi kita semua.

0 Comment:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More