Kirim barang pake Indah Cargo

Akhirnya status ku menjadi menunggu paketan dateng. Modal ngutank 2.5jt dari sana sini. Waduh-waduh... kok ngutang aja susah. Tau gini dulu duit gak dipake wat main-main dah. Well, pake aja ilmu BMT yang kemarin udah resign. Buka tabungan, kasi pembiayaan, buka deposito yo weis, dalam sebulan bisa terkumpul meski berdarah-darah terutama bini ane.. wkwkwkkw.. Lah ane ngapain? Ane kan IT, ya di depen komputer terus ha ha ha.. Jahatnya....

Gotong royong dalam berbagi file menggunakan Torrent

Banyak yang belum tau torrent. Yah, alternatif untuk berbagi file ini sebenernya udah lama banget. Mungkin karena istilah-istilah di dalamnya sering membingungkan. Lah ada juga malah selentingan bahwa internet itu cuman buat facebookan doank.

Resign

Mungkin bukan waktu yang tepat untuk itu. Tapi keputusan sudah bulat. Pengen berdikari meskipun masih gak tau mau ngapain ke depannya. Plus si kecil baru aja lahir bikin keputusan ini semakin terlihat ruwet. Aku buka aja lapak di depan kamar. Sampai sekarang belum ada yang laku. sambil terus mencari - cari bisnis yang sekiranya bisa menghidupi keluarga  kecil ini.




Aku lihat banyak juga temen-temen yang senasib di kiri kanan bahkan terakhir kali kita rapat di kantor ada yang melamar pekerjaan. Wah, penghujung tahun ini banyak yang berjatuhan.
Pengen juga nyobain barang tanah abang. Dulu sempet hoby beli eceran satu dua, cuman karena disambi jadi gak terlalu serius akhirnya modal abis buat menghidupi kehidupan di kantor.

Tawaran juga dateng satu dua dari temen-temen yang denger aku dah resign. Tapi semua pake modal gede. Yah, ditampung dulu. Saat ini masih mencari yang sesuai dengan jiwa raga biar sekali kerja jadi terus konsen di bidang itu.

Aku percaya, selama kita masih berusaha, Tuhan gak bakalan diem aja. Mungkin hanya masalah cara pandang saja, gak perlu menyalahkan siapapun.

Born baby born..

Telah Lahir bayi laki - laki ku atas izin Allah
Hari : Selasa
Tanggal : 2-12-2014
Jam : 6:50 AM
Berat : 3.5 kg
Panjang : 50cm
Kondisi : Sehat dan Normal

Aku ada di sampingnya saat ia dilahirkan, mendengar jeritan istri, mengadzaninya+iqomat (meski haditsnya lemah) hanya di telinga kanan. Banyak hal yang harus aku lakukan yang sebenernya jauh dari apa yang aku yakini. Aku hanya menyerahkan semuanya kepada Allah, ia yang menentukan nanti apakah amal-amalan ku diterima atau tidak, meskipun budaya dan adat sungguh membatasi pergerakan ku.

Aku ingin anakku lahir dan besar bukan di lingkungan yang penuh mistik dan cerita tahayul, budaya, adat istiadat, cerita orang-orang di sekitar ku membuat semuanya harus kutelan bulat-bulat. Terkadang hati ini menangis melihatnya harus ditangani dengan campur tangan yang harusnya tanpa dukungan mistis dan keyakinan berlebih. Setidaknya semuanya tidak berdasarkan hal-hal yang menentang kekuasaan Allah. Akupun harus mematuhi ini semua.

Terkadang aku iri dengan warga MTA yang mungkin dengan berani menentang adat istiadat yang sudah kadung berjalan hingga terjadi konflik internal dengan mereka. Sedangkan aku memilih untuk diam dan mengikuti serta tunduk terhadap itu. Seolah menjadi macan yang ompong. Aku berusaha menjelaskan berdasarkan hadits-hadits dari brosur-brosur yang MTA keluarkan terutama untuk aqikah, memang mereka membenarkan namun kembali lagi ke adat istiadat. Disini biasanya 40 hari.

Aku hanya mengalah, gak bakalan sanggup gorok kambing sendirian. Sayang nya juga MTA izin frekwensi nya keluar beberapa bulan yang lalu, dan aku juga baru bisa seting receiver satelit minggu ini, langsung saja aku tambahkan di channel rumah mertua dan di rumah sendiri lock frek nya. Entah kapan mereka bisa menyadari bahwa apa yang aku coba sampaikan bisa membuka hati mereka.

Istriku hanya bisa tersenyum, sayangnya ia juga belum mengenal MTA lebih baik. Aku tidak pernah memaksanya, hanya pelan namum pasti aku bimbing, bukan tentang MTA nya, tapi tentang ilmu-ilmu Al-Quran dan Hadits yang sangat menarik untuk disimak. Insya Allah mata kami akan semakin terbuka.

Anak ku, banyak harapan kami kepadamu.. semoga engkau bisa meneruskan apa-apa yang tidak bisa aku capai, menjadi seorang yang mengerti Islam dan sangat antusias terhadapnya sebagai pondasi utama di kehidupan mu kelak, dan tanpa takut menjalaninya dalam situasi apapun. Terserah mau jadi pilot pesawat, mau jadi guru ngajar, mau jadi Master hukum, mau jadi peneliti, atau bahkan seorang pengusaha tahu sekalipun tidak masalah bagi ayah dan ibu mu ini, bagi mamaq dan mamiq disini. Yang penting adalah, bekalmu nanti harus kuat, dari dasar.


Semoga ALLAH selalu membimbing mu nak..

Anak ku dan bidan yuyu

Angel Investor se Angel namanya

Mencari investor itu tidak gampang, yang lebih susah lagi adalah mencari wirausaha yang jujur dengan menejemen yang jelas. Sebagai seorang yang memiliki uang berlimpah maka ia lebih memilih investasi seperti membeli emas/hedging, membeli tanah / Property, menempatkan dana di bank, reksadana, fund manager dsb. Semuanya memang tidak gampang. Kata tidak gampang inilah yang membuat para wirausahawan ini kemudian jatuh ke tangan-tangan rentenir. Modal cepat dengan bunga yang tinggi meskipun dengan nominal yang rendah namun tetap dalam bisnis itu adalah sebuah kerugian yang besar. Tak heran kenapa yang dagang snack kecil jarang mampu bersaing dengan toko mini market di sampingnya. Sifat hanya cukup untuk makan sehari-hari membuat perputaran mereka di situ situ saja.

Di sisi lain, seorang investor pun rada kesulitan menempatkan dananya kepada proposal-proposal yang diajukan kepadanya. Kebanyakan yang ahli dalam membuat proposal memiliki tujuan tertentu. Inilah yang membuat mereka rada malas menempatkan dana di usaha riil terkecuali mereka memang mengerti usaha tersebut, yah, mungkin pernah dahulu melakukannya sekali dua kali.

Mempertemukan kedua jenis orang ini adalah sebuah hal yang BISA dilakukan. Banyak situs-situs yang menawarkan jasa seperti ini. Tapi tetap saja keahlian dan kejelian dari para wirausahawan baru dan investor dibutuhkan. Tugas situs tersebut adalah mengatur, mengkalkulasi dan bahkan memediasi face to face dua kepentingan tersebut.

Saya sendiri mulai menekuni bidang ini. Di bawah bendera BMT Al-Hikma sebagai badan yang satu kakinya di koperasi dan lainnya di perbankan, saya mulai melihat potensi bisnis yang banyak. Tidak jarang yang collaps dan sedikit yang bertahan. Mental bekerja para pekerja cepat memudar dikarenakan modal mereka cepat habis dikorotin para rentenir.

Saya mencoba melakukan kalkulasi dan mulai start up project bagi mereka yang ingin maju, Alhamdulillah, beberapa dari sekian orang cukup memuaskan hasilnya. Hanya bermodal dari deposan, kami pun mulai sedikit demi sedikit merangsek maju, tidak mudah mengatur ini, tantangannya cukup besar. Wirausahawan yang sudah kadung di rentenir terkadang memanfaatkan kelengahan kami.

Time passed, kami memperketat banyak usaha dan re-evaluasi setiap bulannya. Satu per satu, wirausahawan brilliant ini mulai bermunculan. Mereka tidak kenal lelah, sehingga dengan satu tatapan di mata saja kita dapat mengetahui ini orangnya bisa dipercaya atau tidak.

Kekurangan dana di kantor, kurangnya investor untuk membantu mereka membuat saya harus berfikir lagi, memutar otak untuk mendanai para wirausahawan ini, dari yang modal kecil hingga modal yang cukup besar.

Oleh karena itulah, saya mulai membuka menu baru di atas, dimana akan berisi link untuk mendownload beberapa jenis usaha yang sekiranya bisa menjadi patokan bagi para investor. Sebisa mungkin anda sebagai investor mendatangi kami face to face. Karena dana yang anda akan salurkan pun harus jelas dari mana asalanya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More